Arsip

Archive for Agustus, 2009

VPN

Agustus 29, 2009 4 komentar

Virtual Private Network (VPN), definisinya … arkhhhhh terlalu teknikal. Mending kasih contoh penggunaannya sajalah. Dengan VPN kita bisa mengakses remote komputer melalui internet, misalnya akses komputer di kantor dari rumah. Tanpa menggunakan VPN kita tidak bisa mengakses komputer di kantor dari rumah tanpa mengikutkan komputer dirumah dalam jaringan LAN kantor. Repot kan, lagi pula jaringan LAN sangat terbatas; tidak bisa sampai kilometer jauhnya.

Artikel ini hanya bahas setup VPN client di Windows XP. Maklum ngga punya Vista atau Windows 7. Otak-ataik VPN server itu urusan pak atau bu admin saja 🙂

Sebelum memulai setup, kita perlu beberapa informasi dari pak/bu admin:

  • Nama VPN server atau IP address
  • Login dan password untuk VPN, biasanya sama dengan login/password yang dipakai di kantor

Sudah siap? Langkah2nya tidak terlalu susah:

  1. Control Panel -> Network Connection, klik-kanan Open
  2. Klik “Create a new connection” dipanel sebelah kiri
  3. Untuk Network Connection Type pilih “Connect to the network at my workplace”. Klik Next
  4. Pilih “Virtual Private Network connection”. Klik Next
  5. Ketik nama perusahaan. Klik Next
  6. Pilih “Do not dial the initial connection”. Klik Next
  7. Ketik nama host atau alamat IP, misalnya 157.54.0.1
  8. Cawang “Add a shortcut to this connection to my desktop”. Klik Finish

Ta.. da…. selesai. Untuk konek ke VPN tinggal klik shortcut yang baru dibuat tadi dan masukkan login dan password.

Setelah konek lalu apa?

Setelah konek tidak ada perubahan di desktop secara visual kecuali di taskbar bagian kanan bawah ada tambahan icon koneksi remote. Tidak ada perubahan visual bukan berarti tidak ada apa2 lho. Anda bisa akses shared network di kantor dengan menggunakan UNC (universal naming convention) — pakai Windows explorer dan ketik \\server\directory. Kalau kurang tahu tentang UNC, bisa tanya pak/bu admin di kantor 🙂

Biasanya kita pakai VPN sekalian dengan Remote Desktop Connection. Dengan demikian kita bisa lihat desktop kantor seperti kita ada disana. He..he.. bisa kerja lembur dari rumah.

Setelah selesai …

Kalau selesai memakai VPN, jangan lupa disconnect. Klik-kanan remote icon yang ada di taskbar sebelah kanan-bawah dan pilih Disconnect. Selama anda pakai VPN semua komunikasi internet akan lewat jalur VPN. Jadi meskipun hanya browsing lokal semua data akan keluar masuk VPN — efeknya: tambah slow.

Kategori:belajar

Remote Desktop Connection

Agustus 29, 2009 1 komentar

Remote Desktop Connection (RDC), dulunya dikenal dengan istilah Terminal Services, adalah bagian dari Microsoft Windows dan terdiri dari dua komponen: client dan server. Di artikel ini saya akan membicarakan komponen client saja.

Apa Gunanya?

Dengan menggunakan RDC kita bisa mengakses komputer yang ada dikantor dari rumah. Kita bisa melihat desktop kita seperti apa yang kita lihat sewaktu dikantor. Sebelum bisa menggunakan RDC dari rumah, servernya harus disetup untuk mengijinkan remote akses; tanya ke admin di kantor. Satu hal lagi yang perlu dipertimbangkan adalah koneksi broadband — jangan menggunakan RDC kalau koneksi internetnya terlalu lamban; percuma sebab tidak bisa produktif.

Setup Komputer Kantor

  1. Klik-kanan My Computer dan klik Remote tab
  2. Cawang “Allow users to connect remotely to this computer”
  3. Klik OK

Sewaktu meningggalkan kantor, biarkan komputernya nyala — jangan shutdown, juga jangan setup auto shutdown/power off. Kalau komputernya mati kan tidak bisa diakses dari rumah.

Setup Komputer Rumah

Pertama-tama harus setup koneksi VPN (Virtual Private Network) kemudian RDC client. Ikuti langkah2 dibawah ini untuk setup RDC client, tapi sebelumnya anda perlu dua informasi dari admin:

  • IP address komputer di kantor
  • Nama network domain di kantor. Biasanya kalau kantor punya website: http://www.kantor.com, nama domainnya adalah kantor.com.

Ok, sekarang balik untuk setup Remote Desktop Connection:

  1. Klik Start, klik Programs, Accessories, Communication, pilih Remote Desktop Connection
  2. Ketik IP address komputer kantor, misalnya: 192.168.1.122. Kalau tidak tahu tanya admin di kantor.
  3. Kalau mau bisa print lokal (menggunakan printer di rumah) klik Options, Local Resources, dan cawang Printer di Local devices. Sebelum bisa menggunakan printer lokal baca seksi “Print Di Printer Lokal” dibawah.
  4. Balik ke General tab, ketik User name, Password, dan Domain
  5. Cawang “Save my password” agar tidak perlu ketik password lagi dikemudian hari.
  6. Klik Connect

… sabar, artikelnya lagi ditulis …….

Print Di Printer Lokal

Waktu pakai RDC, printer lokal tidak termasuk dalam pilihan printer yang bisa dipakai meskipun kita sudah set RDC opsi untuk share local devices. Untuk membetulkan masalah ini bisa ikuti artikel Microsoft 302361 atau langkah-langkah dibawah ini untuk merubah registry:

  1. Dari Start menu, klik Run, ketik regedit, dan klik OK.
  2. Cari:
    HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Terminal Server Client\Default\AddIns\RDPDR
  3. Klik-kanan, New, dan DWORD Value.
  4. Ketik FilterQueueType dan tekan ENTER.
  5. Klik-kanan di FilterQueueType dan pilih Modify.
  6. Ketik FFFFFFFF sebagai Value data.
  7. Keluar dari Registry Editor.
  8. Reboot komputer.

Setelah reboot, balik ke RDC dan kita bisa lihat semua printer lokal sudah masuk di daftar printer.

Kategori:belajar

Wifi – Wireless internet

Agustus 20, 2009 5 komentar

80211abgn_142pxSebelum memulai setup wifi kita perlu belajar sedikit tentang beberapa wireless standard; tidak mendetil cuman sekedar tahu. Istilah wifi sendiri sebenarnya adalah singkatan dari Wireless Fidelity. Wifi ini adalah badan yang memberi sertifikasi untuk products yang mengetrapkan standard tersebut.

Semua standard wireless LAN berasal dari IEEE 802.11. Sampai sekarang sudah ada 4 versi (a, b, g, n) dan versi ini dicantumkan sebagai embel2 dibelakang 802.11 – versi pertama 802.11a dan terakhir 802.11n. Perbedaan standard ini sebagai berikut:

Standard Kecepatan
(Mbits/detik)
Frequensi
(GHz)
Cocok Dengan Catatan
802.11a 27 5 Hanya a Hampir punah
802.11b 5 2.4 Hanya b Bisa dipengaruhi oleh frequensi dari microwave oven, cordless phone dan bluetooth.
802.11g 22 2.4 b dan g Bisa dipengaruhi oleh frequensi dari microwave oven, cordless phone dan bluetooth.
802.11n 144 2.4 dan/ atau 5 b, g, dan n Standarnya sudah di setujui tanggal 11 September 2009 setelah di proses selama 6 tahun.

Meskipun 802.11n belum disyahkan akan tetapi banyak wireless router yang support standard ini. Sebelum memulai proyek kecil ini kita perlu:

  • Koneksi high-speed internet: cable atau DSL. Modem terlalu lamban.
  • Wireless router
  • Komputer yang mempunyai build-in/installed wireless card baik itu desktop atau laptop. Kalau harus beli wireless network card/adapter, beli yang bermerek sama dengan routernya supaya lebih compatible.

Wireless Router

router

Kalau belum punya: Beli wireless router yang support 802.11g atau 802.11n karena 802.11a dan 802.11b sudah tidak banyak yang support.

Kalau sudah punya: Pakai saja, dibuang kan sayang 🙂

Foto disamping adalah router dari Netgear dilihat dari belakang. Tapi router buatan Linksys, Belkin, D-Link atau yang lain juga mirip.

  1. Power adapter
  2. LAN port (wired) bisa dipakai untuk konek desktop komputer, print server, network-attached storage, dll. Port ini biasanya ditandai dengan angka 1-4.
  3. Ethernet port – kabel dari modem masuk disini. Port ini biasanya ditandai dengan tulisan: Internet atau WLAN
  4. Reset button – untuk reset ke konfigurasi pabrik
  5. Antena

Sambung Kabel

Garis besarnya kita mau konek modem-router-komputer seperti gambar dibawah ini. Gampang sekali kan.
wireless_chartCredit: microsoft
Berdasarkan pengalaman saya, baca buku petunjuk router dan ikutilah langkah2 dibawah ini:

  1. Matikan komputer dan cabut kabel adapter dari modem
  2. Konek kabel ethernet dari modem ke router WLAN port
  3. Konek kabel ethernet dari router port #1 ke desktop atau laptop
  4. Nyalakan modem dan tunggu beberapa saat sampai semua lampu nyala – kira-kira 30 detik.
  5. Nyalakan router dan tunggu beberapa saat
  6. Nyalakan komputer. Setelah boot, internet harus jalan kalau tidak berarti ada masalah.
  7. Setup wireless – langkah ini berbeda-beda tergantung routernya. Biasanya harus buka internet browser dan pergi ke: http://192.168.1.1
  8. Masukkan nama user dan password. Biasanya: admin dan password
  9. Isi SSID dengan nama pilihan anda. Nama ini membedakan network anda dari network tetangga, kalau mereka punya
  10. Untuk security pilih WPA karena lebih aman daripada WEP. Harus pasang security kalau tidak semua orang bisa masuk ke network anda dan hacker bisa melihat semua lalu-lintas internet anda
  11. Ganti password administration – jangan pakai default
  12. Save semua setup informasi ini
  13. Coba konek secara wireless. Kalau punya hanya satu komputer, cabut ethernet kabelnya. Kalau punya lebih dari satu, coba dari komputer yang lain untuk konek wireless.

Selamat mencoba dan kasih kabar bagaimana hasilnya 🙂

Kategori:belajar, komputer