Arsip

Archive for the ‘bengkel’ Category

Microsoft Word sangat lamban

Microsoft Word logo

Microsoft Word

Saya pakai Microsoft Word 2007. Dulu sering pakai untuk buat dokumentasi tapi sekarang sudah jarang sebab lebih sering pakai text editor biasa untuk tulis HTML dan CSS. Kemarin saya buka Word karena teman saya minta bantu format CV (curriculum vitae alias resume) dia. Saya berusaha pakai template, copy and paste, dan edit seperti biasanya. Tapi …. semuanya super slow …  Tiap kali ketik huruf, termasuk jalankan cursor, selalu muncul hourglass. Wah super parah. Yang kepikir saat itu adalah “mungkin slow sebab settings nya ngaco”. Lalu saya disable semua “auto” — auto spell check, auto format, auto … (buanyaaakkkk banget). Tapi tidak membantu sama sekali.

Image

Akhirnya ketemu Microsoft KB 921541:How to troubleshoot problems that occur when you start or use Word. Klik “Fit it” dan ikuti langkah2nya. Prosesnya ada beberapa langkah dan langkah terakhir (disable semua plugin) yang membetulkan Word saya. Artikel ini saya tulis untuk mengingatkan saya dan untuk membantu teman2 yang perlu. Selamat mencoba.

Iklan
Kategori:belajar, bengkel

Merakit Komputer

November 23, 2011 3 komentar

Terakhir kali saya merakit komputer adalah 3-4 tahun yang lalu. Kali ini teman saya minta tolong merakit komputer dengan specs yang lumayan canggih. Mula-mula kita harus tahu budget keuangan dan kemampuan komputer yang diharapkan.  Garis besarnya kita memakai komputer untuk:

  • personal: browse internet dan pakai microsoft office
  • bisnis: seperti personal tapi perlu lebih banyak RAM memory dan lebih cepat CPU
  • multi-media editor: seperti bisnis tapi perlu graphic card yang lebih cepat
  • gamer: seperti multi-media editor tapi mau semuanya serba cepat

Artikel ini akan membahas specs untuk “gamer”, tetapi proses pemilihan hardware hampir sama:

1. CPU – Intel atau AMD

Saya pernah pakai dua-duanya tapi kali ini saya pilih Intel. Nah sekarang mau Core, Pentium, Celeron, Atom, Xeon atau Itanium. Core lebih baru, Pentium sudah lama, Celeron untuk laptop, Atom untuk netbook, Xeon dan Itanium untuk server. Intel website menyediakan bantuan untuk memilih jenis CPU yang cocok untuk berbagai kegiatan.

Pilih Core — Core dibagi menjadi 3 kategori: Core, Core 2 Duo dan Core 2 Quad. Pembagian ini hanya untuk marketing dan sangat membingungkan. Untuk Core nomor processornya dimulai dengan huruf “i” seperti “i7”, untuk Core 2 Duo dimulai dengan huruf “E” seperti “E8500” sedangkan Core 2 Quad dimulai dengan huruf “Q” seperti “Q9550S”.

Jangan pusing dengan Duo dan Quad, pilih Core, lalu mau i3, i5, i7,  — i3 ditargetkan sebagai low-end untuk personal dan bisnis. i5 untuk medium dan i7 sebagai high-end. Saya pilih i5.  Kode nomor Core CPU mempunyai huruf akhir K, S dan T.

  • K – unlocked, cocok bagi mereka yang hobby overclocking
  • S – untuk performance
  • T – untuk power

Bingung? Tunggu, Intel Core juga punya dua versi: “2nd generation” dan “previous generation”. Sekarang boleh bingung. Saya pilih Inter Core i5-2500K — saya sebenarnya tidak perduli dengan huruf akhir K, S, atau T tapi CPU ini support overclocking.

2. Motherboard

Pilihan CPU mempengaruhi pilihan motherboard. Motherboard juga berbeda untuk Intel atau AMD dan juga CPU architecture. Perusahaan motherboard yang terkenal adalah Asus, MSI, Gigabyte, dan Intel. Karena saya pilih Intel Core i5-2500K maka saya harus cari motherboard untuk Intel CPU dan support Sandy Bridge architecture. Setelah browse berjam2 akhirnya memutuskan untuk beli Gigabyte Z68XP-UD3 karena harga dan fitur yang menarik. Motherboard ini support PCIe3, SATA3 (6.0 Gbit/s transfer rate), USB3, SLI dan Crossfire graphic card, dan chipset Z68. SLI/Crossfire berguna untuk pasang 2+ graphic card — katanya sih untuk mempercepat graphicnya tapi saya sendiri belum pernah coba; maklum bukan hardcore gamer.

3. Graphic Card

Pilihan graphic card tergantung motherboard terutama jika kita mau memasang lebih dari satu graphic card (SLI atau Crossfire). Graphic card sangat bervariasi, seperti CPU, selain kecepatan juga build-in memory. Akhirnya saya pilih EVGA 01G-P3-1561 GTX 560 Ti dengan 1 GB memory.

4. RAM

Semakin banyak semakin meriah tapi tergantung ukuran kantong dan keperluan. Saya beli G.Skill Ripjaws Series 8GB (2 x 4GB) DDR3 karena sedang on sale.

5. Hard-disk

Pilih berapa besar dan kecepatan. Kecepatan rotasi HD pada umumnya adalah 5400 RPM dan 7200 RPM. Pilih yang 7200RPM untuk desktop. 5400RPM biasanya untuk laptop karena semakin pelan berputar mengeluarkan panas lebih sedikit/rendah. Saya beli Seagate Barracuda ST31000524AS 1TB 7200 RPM SATA. HD ini hanya support SATA2 (data transfer 3 GBit/sec).

6. CD-DVD burner

Pilih Asus DRW-24B1ST SATA 24X. Murah meriah.

7. PSU atau Power Supply Unit

Ukuran power supply sangat penting karena semua komponent komputer menggunakan listrik. Cek website ini untuk menghitung keperluan power supply. Saya hitung perlu sekitar 450W tapi untuk amannya saya beli yang 600W — OCZ ModXStream Pro 600W yang kompatibel dengan Sandy Bridge motherboard.

8. Case

Pilih tergantung selera. Saya cenderung untuk pilih case yang meletakkan power supply di bawah, cukup ventilasi, bisa buka-tutup tanpa perlu alat dan mempunya outlet depan untuk USB, audio/speaker/microphone. Saya dapat Rosewill Gear X3 Gaming ATX mid-tower.

Langkah-langkah perakitan:

  1. Pasang CPU ke motherboard
  2. Pasang CPU fan dan konek kabel fan ke motherboard
  3. Pasang RAM ke motherboard di slot yang benar.
  4. Pasang PSU ke case komputer
  5. Pasang input panel ke case komputer
  6. Pasang motherboard ke case
  7. Konek PSU kabel ke ATX main power di motherboard (2×12)
  8. Konek PSU kabel ke ATX 12V (2×2)
  9. Konek PSU kabel ke graphic card
  10. Pasang harddisk dan konek power dan data kabel
  11. Pasang cd/dvd rom dan konek power dan data kabel
  12. Konek front panel kabel ke motherboard. Front panel kabel ini untuk power/reset button, harddisk LED, USB dan audio.
  13. Nyalakan komputer dan jampi-jampi untuk bisa boot

Pertama kali saya nyalakan komputer tidak boot dan layar kosong. Kesalahan saya adalah CPU fan tidak terpasang dengan benar di motherboard. Test lagi dan ternyata bisa boot tapi layar masih kosong. Ternyata graphic card perlu tambahan 2 kabel dari power supply.

Berusaha install Windows XP tapi gagal karena Windows XP tidak mengenal PCI express. Harus membuat XP dengan Service Pack 2 bootable disc. Akhirnya bisa install XP-SP2 32-bit.

Pada waktu berusaha untuk upgrade XP 32-bit ke Windows 7 64-bit ternyata baru sadar bahwa hal itu tidak memungkinkan karena beda 32/64 bits. Windows 7 64-bit yang saya beli adalah upgrade disc. Akhirnya saya berhasil install Windows 7 tanpa XP. Caranya:

  1. Boot komputer dengan Windows 7
  2. Install Windows 7 seperti biasa
  3. Pada waktu ditanya product code, kosongkan dan press Next
  4. Setelah installation selesai dan reboot, activate Windows dan masukkan product code
  5. Selesai dengan Windows 7 64-bit sekarang tinggal install driver untuk network, graphic, dll.

Akhirnya selesai juga setelah 6+ jam. Tapi merasa puas karena semua beres dan komputer jalan cepat dan tidak berisik.

Reload Blackberry OS

September 21, 2009 5 komentar

Kemarin saya berusaha untuk meng-upgrade BB Curve 8900 software dari versi 4.6.1.113 ke 4.6.1.231 dengan menggunakan Blackberry Desktop Manager (DM). Proses upgradenya sudah sampai download module setelah itu DM berusaha konek lagi dengan BB tapi selalu gagal. Lalu muncul:

Fatal error has occurred while updating your device software. Please try again.

Saya coba beberapa kali sampai akhirnya BB saya macet. Layar BB jadi putih dan ada icon ditengah2 dengan pesan: “Reload software: 561”  Dari sini BB saya benar-benar tidak berfungsi–tidak bisa dimatikan. Cabut baterai dan pasang lagi tapi tetap “Reload software: 561”

Telpon sana, sini, akhirnya bisa langsung ngobrol dengan BB technical support. Wow… ini baru pertama kalinya bisa ngobrol dengan BB langsung 😀

Dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus saya kerjakan untuk memulihkan BB–reload software, mungkin seperti install ulang operating system kalau untuk personal komputer. Langkah-langkah ini tidak dijamin akan membantu masalah yang dihadapi pembaca. Saya tulis artikel ini untuk membantu saya sendiri atau sebagai langkah terakhir kalau semuanya gagal.

I. Cek USB settings di Windows

  1. Klik kanan “My Computer” dan pilih “Properties”
  2. Klik “Hardware” tab lalu klik “Device Manager”
  3. Scroll kebawah sampai “Universal Serial Bus controllers” dan klik tanda “+”
  4. Klik kanan di “USB Root Hub” dan klik “Power Management”
  5. Buang cawang di “Allow the computer to turn off this device to save power” dan klik “OK”
  6. Ulang langkah #4 dan 5 untuk semua “USB Root Hub”
  7. Reboot PC

II. Cek Blackberry Desktop Manager

  1. Cabut baterai dari BB
  2. Konek BB ke PC dengan kabel USB. Jangan menggunakan perantara seperti kotak USB hub.
  3. Jalankan BB Desktop Manager
  4. Klik “Help” dan pilih “About Blackberry Desktop Manager”
  5. Klik “Device Software” tab dan yakinkan disini anda bisa melihat daftar device software dengan versi yang benar
  6. Kalau anda tidak melihat versi yang anda maui, download device software tersebut

III. Reload Software

  1. Buka Windows Explorer
  2. Pergi ke C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader\
  3. Jalankan “Loader.exe” — anda akan melihat “Welcome to the Application Loader Wizard”. Klik Next
  4. Di “Communication Port Selection” window kalau Connection nya bilang “USB-PIN: UNKNOWN”, klik Next
  5. Pada “Device Application Selection” klik Next
  6. Di layar berikutnya “Completing the Application Loader Wizard” klik Finish
  7. Kemudian “Updating Your Device.” Disini akan:
    • Load JVM and system software
    • Wait for device initialization
    • Dan beberapa langkah lagi….
  8. Pada waktu prosesnya pindah ke “Wait for device initalization”, masukkan baterai ke BB. Step ini penting.
  9. Kalau langkah #8 berhasil semuanya akan beres.

Pada waktu menulis artikel ini saya menjumpai artikel yang mirip dan ada screen shots nya yang cukup membantu:

http://crackberry.com/blackberry-101-lecture-12-how-reload-operating-system-nuked-blackberry

Setelah proses diatas, BB settings nya akan balik seperti baru keluar dari pabrik–semuanya default settings.

HP Color LaserJet 2605dn

April 27, 2009 2 komentar

Saya beli printer ini sudah beberapa tahun yang lalu tapi sangat jarang dipakai; dipakai hanya kalau perlu print berwarna. Printer ini cukup bagus dengan build-in network, 4 toner cartridge, 64 MB memory, print speed 12 halaman/menit hitam-putih dan 10 halaman/menit berwarna.

Sudah beberapa bulan ini network cardnya tidak bekerja. Di ping tidak ada respon meskipun di konek langsung dengan router. Untuk sementara saya harus konek dengan USB kabel untuk bisa memakainya. Saya punya Linksys print server tapi hanya support kabel paralel. Cari adaptor dari USB ke paralel tidak pernah ketemu yang pas. Sampai kemarin saya hampir beli USB print server.

Hari ini saya off dari kantor dan masih penasaran untuk betulin printer ini. Berusaha hubungi HP tapi ditolak karena sudah tidak di support lagi. Penasaran saya Google tentang network problem dg printer jenis ini tapi tidak mendapat hasil. Ada orang yang bilang ganti formatter cardnya, tapi ongkosnya hampir sama dengan beli printer baru. Jalan buntu.

Iseng-iseng saya upgrade firmware dari versi 20061114 ke 20071108. Setelah upgrade saya print configuration page untuk buktiin bahwa firmware version nya ganti. Terkejut saya waktu melihat Host name dan IP address nya terisi kembali (sebelumnya selalu kosong). Ping bekerja kembali. Penasaran saya reboot komputernya dan test ping dan print – semuanya bekerja.

Semoga artikel ini bisa berguna bagi pembaca, baik untuk troubleshooting printer network atau sekedar sebagai bahan bacaan.

Kategori:belajar, bengkel

System Failed CPU Check

Agustus 16, 2008 Tinggalkan komentar

I have heard these messages blasting out from my PC speaker system many many times. First thing that came out from my brain is … oh..no… the CPU had  burnt out. The screen was blank, no activity at all, except the messages from the speaker. I had to take out the CPU, sniffed it, and put it right back. Cleaned up the CPU fan and tried to settle it perfectly on top of the CPU, wiggled it to make sure it fit fine.

Turned the power back on, then … “System Failed CPU Check” … 1000x

Turned the power off, sprayed the board with high pressure air can, checked all electrical connection, repositioned the RAM, … almost all possible ways except … …

The motherboard has two connectors for power supply. One has 24 pins and the other is small and has only 4 pins. I unplugged the 4 pins connector, two of them were dark brown — it indicated that they were burnt out. Luckily I found a replacement cable from electronic store, otherwise I have to replace the whole power supply.

Turned the power back on, and … . BEEP!

Wa la … Voila …. my problem is solved.

Point of the story: Don’t take the message that you heard at face value, try to analyze the message behind the message itself. Sok tehu nih ye.

Virtual Network Computing

Juli 28, 2007 5 komentar

Di dunia perkomputeran, Virtual Network Computing (VNC) adalah grafix desktop untuk sistem sharing dengan menggunakan protokol RFB (remote framebuffer) untuk mengontrol remote komputer. VNC mengirim keyboard dan mouse events dari satu komputer ke yang lain, meng-update layar screen melalui network atau internet.

VNC terdiri dari client dan server.

  • VNC server jalan di komputer yang memberi share layar screen nya; misalnya orang yang minta bantuan teknis atau komputer di kantor.
  • VNC client (atau viewer) jalan di komputer yang lain; misalnya di komputer teknisi atau dirumah.

VNC adalah platform-independent; maksudnya VNC viewer di operating system apa saja dapat berhubungan dengan VNC server di operating system yang lain. Beberapa clients bisa berhubungan dengan satu VNC server pada saat yang sama. Teknologi ini populer untuk menyediakan bantuan teknisi ke remote komputer dan mengakses file atau dokumen dari komputer di kantor ke komputer di rumah.

VNC dikembangkan oleh AT&T. Source code program yang orisinil terbuka untuk semua orang (open source) dan banyak derivatif program/aplikasi yang gratis, misalnya UltraVNC, TightVNC, RealVNC (free VNC dan komersial).

Jadi kalian yang jago komputer yang bisa membantu teman, keluarga, atau orang lain bisa menggunakan VNC viewer untuk akses komputer teman yang berperan sebagai server. UltraVNC download tidak besar, hanya 1.7MB dan mudah di setup.

Kategori:belajar, bengkel, komputer

Otak-Atik Windows Registry

Maret 22, 2007 52 komentar
gear Sebelum kita mengotak-atik Windows Registry ada baiknya kalau kita tahu sedikit lebih banyak tentang registry dan apa yang bisa diperoleh dengan merubah registry tersebut.

Apa Itu Registry?

Menurut kamus Microsoft edisi ke 5, registry adalah:

Pusat susunan database yang digunakan oleh Windows 9x keatas untuk menyimpan informasi yang digunakan untuk mengkonfigurasi satu atau lebih pengguna, aplikasi, dan perangkat keras.

Informasi dari registry diakses terus oleh Windows untuk mengetahui profil pengguna, aplikasi yang di install di komputer dan dokumen apa yang bisa dibuat oleh aplikasi tersebut, setting dari folder dan icon, perangkat lunak yang dipasang, dan port yang sedang dipakai.

Registry menggantikan hampir semua .ini file yang digunakan oleh konfigurasi Windows 3.x dan MS-DOS, seperti autoexec.bat dan config.sys. Meskipun registry ini seragam di Windows, tapi tiap versi mempunyai perbedaan sendiri.

Apa yang kita peroleh dengan merubah registry? Yang ketahuan kita tidak akan merubah setting untuk hardware. Jadi kita lebih memusatkan untuk merubah cara kerja aplikasi tertentu atau merubah efek visual atau icon.

Susunan Registry

Registry disusun seperti file folder dan subfolder seperti di Windows Explorer. Bedanya folder ini tidak berisi file tetapi pasangan “kunci-tipe-nilai”, seperti: (kunci)SkypePath (tipe)REG_SZ (nilai)C:\Program Files\Skype\Phone\Skype.exe.

Folder: HKEY_CURRENT_USER
Berisi konfigurasi untuk pengguna yang sedang login. Folder, warna screen, dan setting Control Panel juga disimpan disini. Kunci untuk HKEY_CURRENT_USER sering disingkat “HKCU.”

Folder: HKEY_USERS
Berisi profil semua pengguna yang mempunyai akun di sistem. HKEY_CURRENT_USER adalah bagian dari HKEY_USERS. HKEY_USERS sering disingkat “HKU.”

Folder: HKEY_LOCAL_MACHINE
Berisi konfigurai perangkat lunak dan keras (untuk semua pengguna). Singkat: HKLM.

Folder: HKEY_CLASSES_ROOT
Disingkat HKCR, adalah bagian dari HKEY_LOCAL_MACHINE\Software. Informasi disini digunakan untuk meluncurkan aplikasi yang benar jika anda mengklik file di Windows Explorer. Mulai dengan Windows 2000, informasi ini disimpan baik di HKEY_LOCAL_MACHINE dan juga di HKEY_CURRENT_USER.

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Classes berisi setting default untuk semua pengguna di lokal komputer. HKEY_CURRENT_USER\Software\Classes berisi setting yang meng-override setting default untuk pengguna yang sedang aktif. HKEY_CLASSES_ROOT menggabung informasi dari kedua sumber ini (HKLM dan HCU).

Untuk merubah setting untuk pengguna yang sedang aktif, perubahan harus melalui HKCU\Software\Classes (bukan HKCR). Untuk merubah setting default harus melalui HKLM\Software\Classes. Jika anda menulis kunci dibawah HKCR, sistem akan menyimpan informasi ini di HKLM\Software\Classes. Jika anda menulis nilai dari kunci dibawah HKCR, dan kunci tersebut sudah ada dibawah HKCU\Software\Classes, sistem akan menyimpan informasi ini disini (daripada di HKLM\Software\Classes).

Folder: HKEY_CURRENT_CONFIG
Berisi informasi tentang profil hardware yang digunakan oleh lokal komputer pada saat start. Singkatan: HKCC.

Wuih. . . sudah punyeng belum? Memang mula-mula semua ini kelihatan terlalu rumit. Tapi kita kan sekarang lagi menjelajahi domain yang baru. Bentar lagi kalian jadi ahli registry. Atau kalau mau jalan singkat coba alternatif.

Persiapan

Sebelum merubah registry, sangat dianjurkan untuk membuat back up. Kesalahan merubah registry bisa mengakibatkan Windows untuk berhenti bekerja atau problem dengan hardware. Belajar mengganti registry yang gampang dulu. Setelah tidak kagok baru mencoba yang lebih canggih.

Untuk mem-backup registry, gunakan Registry Editor lalu ke menu File → Export…

Registry Editor

Registry editor (regedit.exe) sudah ada di Windows. Untuk menjalankan:

  1. Klik Start
  2. Pilih dan klik Run…
  3. Ketik: regedit dan klik OK.

Di aplikasi ini ada dua bagan. Bagan kiri terlihat susunan folder seperti Windows Explorer dan disebelah kanan berisi kunci-tipe-nilai. Di bagan kanan, dengan menggunakan klik-kanan, kita bisa menambah kunci baru, merubah nama kunci, tipe, atau nilai, juga menghapus kunci.

Otak-Atik

Merubah registrasi nama dan organisasi:
Jika salah memasukkan nama registrasi waktu menginstall Windows, kita bisa merubah informasi tersebut, termasuk juga ProductID dan ProductName.

Folder [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion]
RegisteredOwner (nama pemilik)
RegisteredOrganization (nama organisasi)

Menghindari file yang dihapus masuk ke Recycle Bin:
Setiap kali kita menghapus file, file tersebut akan masuk ke Recycle Bin (tempat sampah). Selama file tadi masih di Recycle Bin, kita bisa mengambil balik (undelete). Ada orang yang sangat konfiden (percaya diri sendiri) bahwa dia tidak memerlukan Recycle Bin, nah trik ini untuk dia. Kunci ini tidak ada sebelumnya, jadi harus dibuat baru dengan klik-kanan (New, DWORD Value).

Folder [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\
Explorer]
Name NoRecycleFiles
Type REG_DWORD (DWORD Value)
Data 1 (tidak masuk Recycle Bin)
Catatan Buat baru, setelah itu harus logoff supaya bisa dicoba. Untuk batal, tinggal hapus kunci ini.

Untuk contoh yang lebih banyak bisa cek: PC Tools Software

Alternatif Lain

Merubah setting untuk Windows tidak hanya dengan mengganti registry. Microsoft mengeluarkan PowerToys untuk mempermudah prosesnya. Salah satu aplikasi dari PowerToys adalah TweakUI untuk mengganti default user interface, termasuk setting untuk mouse, Explorer, taskbar, dll.

Ada kalanya registry berisi kunci yang tidak terpakai peninggalan dari aplikasi yang telah di uninstall atau dari sumber lain. Kunci-kunci yang tidak terpakai ini memakan tempat dan memperlambat sistem. Banyak aplikasi untuk membersihkan registry, salah satunya adalah CCleaner, selain gratis, CCleaner juga mendapat rating yang cukup bagus dari C/Net.

Kategori:belajar, bengkel, komputer