Arsip

Archive for the ‘web 2.0’ Category

Technorati

Februari 8, 2007 Tinggalkan komentar

Technorati adalah search engine seperti Google, Yahoo, MSN, dll. Akan tetapi Technorati hanya mencari artikel blog. Menurut Wikipedia, Technorati sudah mengindex sebanyak 55 juta blogs pada akhir Desember 2006.

Dengan menjadi anggota Technorati, pengguna bisa meng-klik icon seperti:
Add to Technorati Favorites untuk menjadikan blog ini sebagai favorit. Dengan cara demikian pengguna bisa mengumpulkan favorit blog disatu tempat. Untuk mengakses favorit, pengguna harus login ke akun nya di technorati.com.

Technorati juga mengindex favorit website dari seluru anggotanya sehingga para pengguna bisa mengetahui blog yang lagi populer. Inilah keistimewaan Technorati. Untuk pengguna biasa, berlangganan RSS melalui web browser sudah memadai.

Kategori:belajar, komputer, web 2.0

Apa Itu RSS?

Februari 8, 2007 Tinggalkan komentar

Pembaca pasti sering melihat simbol RSS Feed, RSS Feed, atau XML Feed selama browing internet; seperti di blog ini disebelah kanan-bawah: Yuk Langganan! Simbol ini mempunyai arti yang sama: RSS atau web feed. RSS adalah singkatan dari Really Simple Syndication (versi 2.0), Rich Site Summary (versi 0.91 dan 1.0), atau RDF Site Summary (versi 0.9). Sebernarnya RSS itu cuma format untuk file yand ditulis dengan menggunakan kerangka XML; versi format terbaru adalah 2.0.

RSS diciptakan untuk mempermudah komunikasi antara pembaca dan penulis. Pembaca baca artikel atau berita yang ditulis oleh penulis. Penulis sering merubah tulisannya untuk memberikan fakta2 yang baru. RSS diciptakan supaya pembaca yang berlangganan berita atau artikel (dari blog, misalnya) untuk menerima suntingan yang terbaru dari sipenulis.

Untuk menerima update, pembaca harus berlangganan. Untuk berlangganan bisa menggunakan feed reader, juga dikenal sebagai feed aggregator atau news reader seperti Google Reader, Bloglines, dll) atau browser seperti Internet Explorer, Firefox, dll. Langganan dengan menggunakan browser adalah yang paling mudah–kalau sudah tidak mau berlangganan lagi tinggal hapus pranalanya. Ketika pengguna menekan simbol RSS Feed, pengguna kan ditanya untuk mau berlangganan atau tidak. Coba berlangganan RSS, jangan takut salah. Kalau salah mudah dibetuli.

Contoh Feed Aggregator